Sewaktu tiba di kampus, sy melihat ada seminar SAP. Lalu saya menuju TKP, ternyata masih tersedia lapak kosong. Akhirnya duduklah saya di pojokan…
Saya sangat tertarik dengan penjelasan yang dibabarkan oleh seorang SAP Consultant dari Yogyakarta (Pak Agus) dan seorang Project Manager dari PT. Dynaplast (Bu Mercia). Pak Agus menjelaskan tentang SAP dan lingkup sekitarnya. Oya, SAP adalah System, Application, and Products. Inti dari SAP adalah ERP (Enterprise Resource Planning) dengan market target berupa Medium and Enterprise Corporate. Banyak fitur/modul yang disediakan SAP dalam menyesuaikan kebutuhan perusahaan yang ingin mengimplementasi SAP kedalam kantornya.
Pak Agus menjelaskan tentang SAP dan strukturnya. Walaupun tidak detail, saya melihat SAP dapat memenuhi kebutuhan Corporate. Sangat disayangkan, waktu yang diberikan Panitia terlalu cepat. Padahal saya masih ingin mendengar penjelasan dari beliau. Beliaupun memotong pembicaraannya.
Setelah Pak Agus, Bu Marcia mulai bercerita tentang implementasi SAP. Pembangunan sistem diambil SDLC (Software Development Life Cycle) dan lebih ditekankan pada Blue Print. “Kalau orang IT, ketemu software baru, pasti ga sabaran pengen ngutak-ngatik. Mirip spt anak kecil yang baru dapat boneka baru,” katanya. Wow, benar sekali. “Inilah jeleknya orang IT yang tidak sabaran mengimplementasi SAP, sehingga sering kali terjadi Blue Print tidak jelas, tidak ada dokumentasi, tidak ada tanda tangan kesepakatan atas rancangan Blue Print tersebut, dll” Aaa… Kena deh hahaha…
Ada sesuatu yang menarik yang disampaikan oleh Bu Marcia. IT Consultant yang menangani SAP di Indonesia sangat jarang, bisa dihitung dengan jari. “Nah, kalian kan masih muda2, manfaatinlah kesempatan ini. Coba belajar SAP dari sekarang, lalu buat IT Consultant sendiri,” katanya. Wow, berat Bu…
Setelah seminar ditutup, saya tertarik juga berbicara dengan orang yang duduk di sebelah saya. Saya lupa namanya, beliau pernah mengimplementasi SAP di kantornya. Ternyata DB yang digunakan pertama kali yaitu Oracle. Berhubung Oracle-nya ora kelar-kelar (mungkin disana tidak ada Oracle DBA), dia mengganti DB menjadi MS SQL Server. Ternyata stability yang dihasilkan oleh SQL Server jauh melampaui Oracle. Bahkan SQL Server di Cluster di beberapa server. Wow, hari ini sy bertemu dengan profesional-profesional semua. Sangat beruntung saya ikut seminar ini. Saya kalau sudah bertemu dengan para profesional-profesional tersebut, rasanya masih banyak pertanyaan yang belum dilontarkan ke mereka. Berhubung waktu terbatas, ya, apa boleh buat. Hik hik hik…